☆ Rangkuman Buku (SIAGA TKA) - Teks Laporan Hasil Observasi (LHO)

A. Teks Laporan Hasil Observasi (LHO)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), observasi adalah peninjauan secara teknik observasi merupakan kegiatan pengamatan yang melibatkan pemusatan perhatian terhada cermat. Peninjauan tersebut dapat berupa pengamatan terhadap oblek, fenomena, atau kegiatan deng tujuan untuk memahami atau memperoleh informasi, Suharsimi Arikunto (2013) menyatakan bahwa peraba, dan pengecap. Sementara itu, Sugiyono (2022) mengemukakan bahwa observasi adal suatu obiek dengan menggunakan seluruh alat indra, seperti penglihatan, penciuman, pendengaran teknik pengumpulan data dengan mengamati objek yang diteliti secara langsung yang mencakus kegiatan penelitian dan pengamatan secara langsung terhadap kegiatan serta keadaan pada suatu

objek penelitian. dapat memaparkan hasil pengamatan, berisi informasi berupa fakta yang diperoleh melalui pengamatan serta disajikan secara objektif tanpa memuat opini penulis.

1. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Ciri-ciri teks laporan hasil observasi adalah sebagai berikut.

a. Bersifat objektif dan universal: Objektif artinya teks laporan hasil observasi harus disajikan sesuai dengan keadaan objek yang sebenarnya, tanpa dipengaruhi pandangan atau pendapat pribadi penulis. Sementara itu, universal artinya teks laporan hasil observasi tidak memihak kepada pihak tertentu, bersifat umun atau general, dapat dipahami oleh semua orang, dan tidak merugikan orang lain.

b. Objek observasi tunggal: Objek yang diamati merupakan satu objek tunggal, meskipun hasil pelaporannya dapat disusun secara umum atau bersifat universal.

c. Bersifat faktual: Teks laporan hasil observasi ditulis berdasarkan fakta yang diperoleh selama proses pengamatan di lapangan.

Data yang disampaikan harus akurat dan tidak dimanipulasi.

d. Berkesinambungan: Setiap bagian dalam laporan harus saling berkaitan dan mendukung keseluruhan isi teks secara runtut dan logis

e. Ditulis secara lengkap, detail, dan menyeluruh Teks laporan hasil observasi disusun secara lengkap dan detail sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi f. Terkini atau relevan: Isi teks laporan hasil observasi ditulis berdasarkan penelitian yang mengangkat isu atau kasus terkini, terbaru, atau masih relevan dengan kondisi saat ini,

g. Bukan opini pribadi: Laporan observasi disusun berdasarkan hasil pengamatan nyata, bukan berdasarkan opini atau pendapat pribadi penulis sehingga objek yang diobservasi atau diamati harus jelas, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan

2. Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi memiliki beberapa fungsi penting, antara lain sebagai berikut.

a. Sebagai dokumentasi hasil kegiatan pengamatan.

b. Sebagai laporan kegiatan pengamatan.

Peristiwmengetahui perkembangan suatu

d. Sebagai upaya dalam menyelesaikan suatu persoalan yang sedang terjadi.

Sebagai alat kontrol dan evaluasi terhadap suatu fenomena.

1. Sebagai dasar pengambilan keputusan yang efektif dan tepat sasaran.

g. Sebagai sumber ilmu pengetahuan dan bahan untuk penelitian selanjutnya.

h. Sebagai dasar penyusunan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.

3. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
 Teks laporan hasil observasi umumnya disusun dengan struktur berikut.

a. Pernyataan umum atau klasifikasi: Pernyataan umum merupakan bagian pembuka yang berisi informasi umum mengenai hal yang akan disampaikan. Bagian ini menguraikan objek yang akan dikaji serta menjelaskan secara garis besar tentang objek tersebut, termasuk klasifikasi dan informasi pendukung lain yang relevan.

b. Deskripsi bagian: Deskripsi bagian berisi penjelasan tentang hal-hal yang lebih khusus atau spesifik mengenai objek yang diamati. Penjelasan dapat mencakup ciri-ciri, karakteristik, struktur, atau bagian-bagian objek secara terperinci.

c. Deskripsi manfaat: Bagian ini menguraikan fungsi dan manfaat dari setiap objek yang diamati dalam kehidupan sehari-hari.

d. Kesimpulan: Bagian kesimpulan berisi ringkasan hasil observasi yang mencakup temuan penting dan kesimpulan yang dapat dirumuskan dari hasil pengamatan.

4. Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi memiliki ciri kebahasaan yang khas, antara lain sebagai berikut.

a. Menggunakan tata bahasa baku karena bersifat ilmiah informatif.

b. Menit ilmiah danta benda atau peristiwa

umum sebagai objek utama pemaparan.

c. Menggunakan frasa nomina yang diikuti oleh penjenis dan pendeskripsi.

d. Menggunakan verba relasional, seperti lalah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi terdiri atas, disebut, dan sebagainya (digunakan untuk menyatakan definisi suatu istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu).

e. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.

f. Menggunakan kata penghubung untuk menunjukkan hubungan antarkalimat atau antarparagraf, seperti tambahan (dan, serta), perbedaan (berbeda dengan), persamaan (sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagal, hal yang sama), pertentangan (sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal), serta pilihan (atau).

g. Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks sesuai kebutuhan informasi.

h. Menggunakan kalimat definisi dan deskripsi untuk menjelaskan objek secara jelas dan mendalam.

Menggunakan istilah keilmuan atau kata-kata teknis yang sesuai dengan bidang pengamatan.

j. Menggunakan kata sifat untuk memperjelas, mengubah, atau memperkuat makna kata benda yang diikutinya agar menjadi lebih spesifik

5. Langkah-Langkah Menulis Teks Laporan Hasil Observasi

Langkah-langkah menulis teks laporan hasil observasi adalah sebagai berikut

a. Tentukan tema atau isu yang akan diobservasi dan dijadikan topik penulisan.

b. Rumuskan tujuan observasi secara jelas.

hati-hati agar data yang diperoleh akurat. c. Lakukan proses observasi dengan teliti dan

d. Catat data penting dari objek selama proses observasi.

e. Tentukan kriteria atau aspek yang akan dijelaskan dalam laporan.

f. Batasi hal-hal yang harus dilaporkan agar tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditentukan sejak awal.

g. Deskripsikan unsur-unsur sesuai dengan aspek yang diamati, dimulai dari pernyataan umum yang mendefinisikan objek.

h. Lengkapi teks laporan hasil observasi dengan data atau gambar yang dapat menunjukkan objek secara faktual.

i. Susun kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dan temuan selama proses observasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA - HUBUNGAN MATERI

RANGKUMAN KATA IMBUHAN DAN KATA KETERANGAN